3.1.a.10 Aksi Nyata - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
3.1.a.10 Aksi Nyata - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin
Pembelajaran
Oleh : Rafi Zuliyatin- SMA N 1 Purwodadi - CGP angkatan 4 Kab. Grobogan
Facts (Peristiwa)
Masa pandemi covid -19 memberikan dampak yang signifikan
terhadap proses pembelajaran di sekolah saya, sehingga mengharuskan sekolah
untuk melakukan pembelajaran menggunakan model PJJ atau daring dan bergantian
menjadi daring dan luring. Jelas ini sangat berdampak sekali pada cara belajar,
sikap, dan motivasi belajar peserta didik yang mengalami penurunan. Saya ketika
PJJ sudah melakukan pembelajaran dengan media zoom meet, gmeet. Goggle
clasroom. Namun itu semua tetap saja tidak berdampak signifikan terhadap
motivasi dan prestasi peserta didik. Sekarang ini proses pembelajaran sudah
diberlakukan kembali tatap muka seperti biasa, hal tersebut menjadi dilema
etika dimana saya sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu membuat keputusan
yang tepat untuk mengembalikan semangat, motivasi, sikap dan prestasi peserta
didik. Saya mencoba mengambil keputusan berdasarkan materi pada modul 3.1 yang
sudah saya pelajari. Paradigma yang terjadi dalam kasus tersebut diatas adalah
jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term), kemudian prinsip
yang saya ambil yaitu berfikir berbasis rasa peduli (care-based thinking), saya
mencoba menggunakan 9 langkah untuk pertimbangan bahan pengujian dan
pengambilan keputusan yang akan diambil sehingga dapatlah sebuah keputusan yang
tepat yaitu dengan cara melakukan pembelajaran yang kreatif, inovatif dengan
memanfaatkan lingkungan sekitar atau belajar di luar kelas untuk meningkatkan
kembali prestasi belajar, kemudian menerapkan budaya positif sekolah dengan
membiasakan membersihkan kelas setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran
dimulai sebagai upaya menanamkan nilai-nilai positif.
Feelings (Perasaan)
Saya sebagai pemimpin pembelajaran merasa tertantang dan
termotivasi untuk melakukan suatu keputusan sebagai bentuk solusi atas
permasalahan yang terjadi dengan menggunakan materi serta langkah-langkah yang
sudah dipelajari pada modul 3.1 ini sehingga, keputusan yang saya ambil tepat
dan dapat memenuhi segala kebutuhan.
Pembelajaran (Findings)
Dalam proses pembelajaran ini saya mengajak peserta didik dan
seluruh warga sekolah (Kolaborasi) untuk
bersama-sama membangun kembali motivasi, semangat, sikap dan prestasi belajar
peserta didik yang selama ini menurun akibat pembelajaran daring, pada tahap
inilah saya dapat mengetahui kendala, hambatan dan solusi yang tepat atas
permasalahan yang terjadi sehingga nanti didapat formulasi yang tepat untuk
mengatasi masalah ini. Dengan menggunakan 4 paradigma , 3 prinsip dan 9
langkah-langkah pada modul 3.1 memudahkan saya dalam mengambil keputusan yang
tepat.
Penerapan (Future)
Setelah mendapatkan keputusan yang tepat saya mencoba
menerapkan solusi dari permasalahan tersebut secara rutin dan melakukan
kolaborasi bersama seluruh warga sekolah guna memfasilitasi kebutuhan belajar
peserta didik yang dapat meningkatkan semangat, motivasi, sikap dan prestasi
secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam proses pembelajaran. Ada dua
kebenaran disini , adalah benar jika saya menerapkan pembelajaran yang kreatif
sebagai cara meningkatkan kembali motivasi belajar murid. Tapi benar juga jika
saya menerapkan budaya positif karena dapat membantu membentuk sikap murid
dengan menanamkan nilai-nilai kebajikan untuk kehidupannya dimasa depan.
Paradigma yang terjadi pada kasus ini adalah jangka pendek lawan jangka panjang
(short term vs long term). Prinsip yang diambil yaitu berfikir berbasis rasa
peduli (care-based thinking). Yang terlibat dalam situasi ini yaitu saya selaku
pemimpin pembelajaran, murid, rekan sejawat, kepala sekolah dan wali murid atau
keluarga.





Komentar
Posting Komentar